Tampilkan postingan dengan label Vallentino Rossi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vallentino Rossi. Tampilkan semua postingan

Valentino Rossi, Benarkah Akan Pensiun Pada Akhir 2018 Nanti? Loris Capirossi Angkat Bicara


MotoGP - Legenda, Loris Capirossi angkat bicara soal kabarnya Valentino Rossi yang mendekati usia pensiunnya. Pembalap asal Italia Valentino Rossi dikabarkan akan pensiun dalam waktu dekat ini, pria kelahiran 16 Februari 1979 (38 Tahun) tersebut menjelaskan bahwa kontraknya akan berakhir bersama Yamaha pada akhir musim 2018. Namun, Valentino Rossi belum bisa menentukan masa depannya pada MotoGP apakah ia akan melanjutkan perebutan piala dunia di MotoGP atau pensiun pada akhir musim 2018.

Menurut Loris Capirossi, akan sulit menemukan sosok pengganti The Doctor.

"Akan sangat sulit bagi Valentino Rossi untuk pensiun dalam waktu dekat. Saya pikir, sulit untuk mencari pengganti The Doctor khususnya pada pembalap asal italia," ucap Capirossi.

"Italia sebetulnya memiliki banyak pembalap muda, seperti Morbidelli. Akan tetapi, saya pikir terlalu dini  menyebutnya sebagai suksesor Valentino Rossi," sambungnya.


Valentino Rossi yang kini telah di anggap sebagai salah satu pembalap tersukses yang telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia, seperti yang kita ketahui Valentino Rossi telah meraih diantaranya di kelas 125cc, 250cc, dan MotoGP. Namun, belakangan ini pembalap asal italia itu pun mempunyai kesulitan bersaing dengan pembalap yang lebih muda.

Kini Valentino Rossi akan berakhir kontraknya dengan Yamaha pada akhir 2018, berkembang kabar angin yang menyebut Yamaha akan merekrut Johann Zarco dari tim Monster Yamaha Tech 3 sebagai suksesor Valentino Rossi.

BACA JUGA : Jadwal MotoGP 2018
| Januari 12, 2018 | , ,

PERSIAPAN YAMAHA & VALLENTINO ROSSI MENJELANG SERI MOTOGP 2018

Vallentino Rossi - Memliki tugas baru diajang balap motoGP 2018. Pastinya, salah satu yang harus di persiapkan adalah membuat sepeda motor yang lebiih segar agar Vallentino Rossi dapat meraih title juaranya pada musim yang akan datang.

Maka sebab itu, perusahaan Yamaha kini akan menyibukan diri pada musim ini, di banding merk pabrik lainnya agar Rossi dan Maverick Vinales keluar dari permasalahan musim lalu (2017).

Musim lalu (2017) Yamaha mengalami kendala. Dari 18 seri balapan yang di gelar, Yamaha hanya meraih empat balapan yang berhasil dimenangi. Banyaknya aturan baru di MotoGP 2018 seperti penggunaan ban dan elektronik yang sesuai dengan aturan yang berbeda membuat kemenangan yamaha turun menjadi 50 persen.

Dengan kata lain, Yamaha mengklaim pergantian pemakaian dari Bridgestone ke Mihcelin dan perangkat elektronik yang sesuai dengan aturan Dorna menjadikan YZR-M1 Motor buruk, karena tidak beradaptasi dengan cepat.

"Itu adalah musim terburuk. Tahun 2016, Vallentino Rossi memiliki Feeling yang baik dengan motor namun permasalahan dengan ban belakang membuatnya memburuk,"ungkap kepala mekanik Rossi, Silvano Galbusera dikutip Motorsport Magazine, Sabtu (6/1/2018).

"Selama musim balap 2017 kami memodifikasi motor agar ban belakang  dapat berfungsi dengan sempurna. Di beberapa trek itu bisa bekerja tapi Rossi kehilangan Feeling dengan motor. Sehingga ia tidak dapat memacu motor lebih cepat saat di tikungan. Di data memang ini tak terlihat, namun itu di jelaskan langsung oleh Rossi," jelasnya lagi.

Galbusera menganggap di awal musim tahun 2017, motor tersebut 100 persen tidak cocok dengan Rossi. Tapi di waktu yang sama Maverick sangat cepat. Balapan pun tidak buruk. Hanya saja, kala itu karena settingan mesin tidak pas, dan Yamaha sedikit mengubah sasis dengan geometri yang berbeda.Hal itu tidak dirasakan Rossi seperti mengendari motor YZR-M1.

Masalah yang cukup besar bagi Yamaha adalah saat motor melintasi tikungan bagian akhir. Menurut Galbusera, jika pembalap tidak bisa menggunakan trik yang baik pada tikungan, maka motor akan melambat dan hal itu dipastikan akan menghabiskan waktu beberapa detik.


Karena itu, mereka akan membuka gas lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan waktu. "Sepanjang musim 2017, kami mencoba untuk tidak memikirkan catatan waktu lap tercepat dan mulai memikirkan bagaimana agar ban belakang tidak cepat habis. Kami mengurangi tenaga motor, ban belakang memang lebih awet, tapi tidak dengan akselerasi. Ini dilema karena kami tak bisa memaksimalkan tenaga pada mesin, motor tak bisa berakselerasi tanpa putaran ban dan menghabiskan ban belakang," sambungnya.

Ymaha memang memerlukan sasis terbaik agar performa motor lebih seimbang saat di tikungan. itu membuat pekerjaan besar menanti para teknisi motor untuk menemukan rahasia software Magneti Marelli, seperti sudah dilakukan teknisi Ducati dan Honda.
| Januari 07, 2018 | , , ,
Back to Top